Lihat juga
04.05.2026 08:47 AMHarga minyak mentah Brent menunjukkan volatilitas: setelah sempat turun 2,4%, kemudian kembali menguat dan, pada saat artikel ini ditulis, diperdagangkan di level $108 per barel. Dinamika ini mengikuti pernyataan Presiden Donald Trump tentang dimulainya fase baru, yang mencakup pengaturan agar kapal-kapal Amerika yang tidak terlibat konflik dengan Iran diarahkan melalui Selat Hormuz. Namun, seorang pejabat senior Iran menyampaikan posisi Teheran, dengan menyatakan bahwa setiap intervensi AS dalam urusan Selat tersebut akan dipandang sebagai pelanggaran terhadap rezim gencatan senjata.
Pasar saat ini memantau dengan cermat setiap perkembangan yang terkait dengan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia hanya dua bulan lalu. Pernyataan Trump secara tak terelakkan memicu reaksi seketika, karena hal itu secara langsung menyangkut potensi eskalasi ketegangan di salah satu kawasan paling krusial bagi keamanan energi.
Sikap Iran, yang disampaikan oleh perwakilan seniornya, menambah lapisan ketidakpastian. Penilaian terhadap kehadiran militer Amerika sebagai pelanggaran rezim gencatan senjata menunjukkan kesiapan Teheran untuk membalas jika kepentingannya terganggu. Hal ini menciptakan dilema bagi Washington: menjamin kebebasan navigasi dengan risiko memicu konflik baru, atau mundur yang bisa dipersepsikan sebagai tanda kelemahan.
Setiap kabar yang mengindikasikan potensi penurunan pasokan dari kawasan Teluk Persia secara otomatis mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, sinyal yang menunjukkan meredanya ketegangan atau tercapainya solusi diplomatik dapat memicu penurunan tajam.
Menurut data terbaru dari Joint Maritime Information Center, sebuah organisasi internasional yang bertukar informasi mengenai jalur pelayaran, Amerika telah menetapkan zona dengan pengamanan yang ditingkatkan untuk menjamin transit melalui Selat Hormuz, di sebelah selatan zona pemisahan arus lalu lintas kapal. Kapal-kapal disarankan mempertimbangkan untuk melintas melalui perairan teritorial Oman di sebelah selatannya. Namun, apakah ada yang akan memanfaatkan opsi ini adalah persoalan yang jauh lebih rumit.
Terkait kondisi teknikal minyak saat ini, pihak pembeli perlu merebut kembali level resistance terdekat di $106,83. Hal ini akan membuka peluang untuk menguji $113,00, di atas level tersebut kenaikan harga akan cukup sulit menembus. Target tertinggi berada di kisaran $118,80. Jika terjadi penurunan harga minyak, pihak penjual akan berupaya mengambil alih level $100,40. Jika berhasil, penembusan rentang ini akan menjadi pukulan serius bagi posisi bullish dan mendorong harga minyak turun ke area rendah $92,50, dengan potensi melanjutkan pelemahan hingga $86,67.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

