empty
21.07.2026 08:13 AM
Tema Utama untuk Selasa, 21 Juli

This image is no longer relevant

Konflik antara Iran dan AS telah mencapai titik bifurkasi yang setelahnya tidak akan ada jalan untuk kembali. AS telah melancarkan serangan terhadap Iran selama sepuluh hari berturut-turut sebagai respons atas apa yang mereka klaim sebagai pelanggaran terhadap ketentuan memorandum, sambil menuntut Iran untuk kembali ke meja perundingan. Menurut saya, tuntutan Washington agar kembali bernegosiasi paling menggambarkan sikap sebenarnya Donald Trump terhadap perang ini. Presiden AS ingin mencapai target dan tujuan yang telah diumumkan secepat mungkin demi mengakhiri konflik ini, dengan tujuan mempertahankan setidaknya satu kamar Kongres untuk Partai Republik pada pemilu mendatang. Iran tidak mengizinkannya melakukan hal itu; negara tersebut terus melakukan perlawanan dan menuntut kendali penuh atas Selat Hormuz serta pelestarian haknya atas pengembangan nuklir dan uranium yang diperkaya. Situasi ini disebut sebagai "jalan buntu". Namun, "jalan buntu" ini justru menguntungkan Teheran.

Waktu berpihak pada Teheran, karena semakin dekat pemilu kongres, semakin kecil peluang Partai Republik untuk mempertahankan kekuasaan. Jika Partai Republik kehilangan kekuasaan, Trump tidak lagi dapat membombardir Iran sesuka hati. Oleh karena itu, tujuan Iran adalah bertahan hingga November. Trump memahami apa yang ingin dicapai Iran. Menurut Axios, konflik ini mendekati titik penentu, setelah itu Amerika dan sekutunya bisa memulai kampanye militer baru yang bertujuan untuk penghancuran total Iran atau mengamankan gencatan senjata baru. Disebutkan bahwa sekutu dan perantara AS sedang mengusulkan skema gencatan senjata baru—kali ini selama sepuluh hari. Terus terang, saya tidak mengerti mengapa gencatan senjata baru diperlukan ketika lima gencatan senjata sebelumnya sudah gagal, dan para pihak yang berkonflik tidak dapat menemukan titik temu dalam perundingan. Menurut informasi orang dalam yang dikutip Axios, Trump akan mengambil keputusan terkait Iran dalam beberapa hari ke depan, dan entah mengapa saya curiga keputusan itu akan berkaitan dengan peningkatan intensitas aksi militer.

Dengan demikian, dunia sebaiknya bersiap menghadapi blokade Selat Bab-el-Mandeb. Kemarin, kelompok Houthi Yaman sudah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang pada dasarnya setara dengan blokade Selat Bab-el-Mandeb. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai blokade tersebut, namun seperti yang sudah berkali-kali saya sebutkan, menerapkan blokade adalah persoalan hitungan menit. Cukup dengan pengumuman dan kemudian menembaki semua kapal yang melintas. Timur Tengah bisa saja "meledak" lagi pekan ini.

This image is no longer relevant

Gambaran Gelombang untuk EUR/USD:

Berdasarkan analisis saya terhadap EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik, namun dalam jangka pendek berada dalam segmen tren turun. Menurut saya, saat ini adalah waktu yang cukup baik untuk mulai membentuk posisi beli (long), tetapi instrumen ini masih berpotensi turun ke kisaran figur 13 dalam kerangka gelombang 5 di C. Analisis gelombang kerap menghadirkan kejutan, sehingga saya akan mulai beralih fokus ke arah pembelian sekarang.

Gambaran Gelombang untuk GBP/USD:

Struktur gelombang untuk instrumen GBP/USD membentuk pola yang cukup rumit. Saat ini, instrumen ini telah membentuk tiga gelombang turun, sementara EUR/USD kemungkinan telah membentuk lima gelombang. Akibatnya, pound Inggris mungkin akan membangun satu gelombang turun lagi, seperti euro, namun gelombang ini bisa menjadi gelombang kedua dalam segmen tren naik yang baru. Dengan demikian, akan ada perbedaan hitungan gelombang antara euro dan pound, tetapi perbedaan itu akan kecil dan tidak signifikan. Berdasarkan hal ini, saya memperkirakan akan terjadi pullback turun dalam waktu dekat, yang kemudian akan diikuti dengan pembentukan segmen tren naik yang baru dengan target awal di kisaran figur 37–38.

Prinsip Utama Analisis Saya:

  1. Struktur gelombang harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit untuk diperdagangkan, karena sering kali berujung pada perubahan.
  2. Jika tidak ada keyakinan mengenai apa yang sedang terjadi di pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.
  3. Tidak akan pernah ada kepastian 100% terhadap arah pergerakan. Selalu ingat untuk menggunakan order pelindung stop-loss.
  4. Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.
Chin Zhao,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.