Lihat juga
Euro dan pound Inggris berkinerja sangat baik hari ini dengan menggunakan strategi Mean Reversion. Saya memperdagangkan yen Jepang dengan menggunakan strategi Momentum.
Yen menguat tajam terhadap dolar AS setelah putaran intervensi nilai tukar berikutnya oleh Bank of Japan. Sementara itu, euro dan pound sedikit melemah di tengah aksi ambil untung secara luas menjelang akhir bulan.
Selanjutnya, pasar menantikan rilis University of Michigan Consumer Sentiment Index, bersamaan dengan data inflasi ekspektasi. Indeks ini mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen Amerika terhadap perekonomian dan kondisi keuangan pribadi mereka, sementara inflasi ekspektasi menunjukkan bagaimana konsumen memperkirakan kenaikan harga di masa mendatang—sebuah komponen yang diawasi secara khusus oleh Federal Reserve. Sentimen konsumen yang kuat, dikombinasikan dengan kenaikan inflasi ekspektasi, dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif dan memicu penguatan dolar AS di akhir bulan. Hal ini akan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut pada euro dan pound. Potensi pemulihan dolar AS dapat menekan EUR/USD dan GBP/USD, terutama karena kedua mata uang Eropa tersebut telah menguat tajam dalam beberapa sesi terakhir dan kini mungkin rentan terhadap aksi ambil untung. Para investor sering menutup sebagian posisi beli mereka di akhir bulan, dan koreksi teknikal semacam itu dapat menambah tekanan pada euro dan pound bahkan tanpa perubahan signifikan pada kondisi fundamental.
Jika data yang dirilis kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika pasar menunjukkan sedikit atau tidak ada reaksi terhadap data tersebut, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari:
Untuk EUR/USD
Untuk GBP/USD
Untuk USD/JPY
Strategi Mean Reversion (Reversal) untuk Paruh Kedua Hari:
Untuk EUR/USD
Untuk GBP/USD
Untuk AUD/USD
Untuk USD/CAD