empty
 
 
27.08.2026 03:46 PM
Nvidia menyelamatkan para bull: kejayaan AI, inflasi, dan intrik utama di Jackson Hole

Wall Street sedang diliputi kegelisahan akibat inflasi, tetapi laporan raksasa teknologi ini berpotensi mengubah sentimen pasar. Pertanyaan utamanya sekarang adalah apakah potensi sektor AI akan cukup kuat sebagai argumen untuk mengimbangi dampak negatif faktor-faktor makroekonomi.

Pasar saham Amerika akhirnya menemukan alasan untuk optimistis. Perdagangan Kamis pagi di Asia ditandai dengan kenaikan meyakinkan pada kontrak berjangka indeks-indeks utama AS, dengan Nvidia sebagai pendorong utama sentimen bullish.

Laporan perusahaan tersebut menjadi penawar yang sesungguhnya bagi para investor yang sebelumnya berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi terakhir akibat kenaikan imbal hasil obligasi dan kekhawatiran bahwa valuasi pasar yang sangat tinggi pada perusahaan-perusahaan raksasa teknologi tidak menyisakan ruang bagi kesalahan.

Kemenangan Nvidia dan lampu hijau bagi indeks saham

Produsen chip AI terbesar di dunia itu bukan hanya memenuhi, tetapi melampaui ekspektasi. Pendapatan kuartalan Nvidia lebih dari dua kali lipat dalam skala year-on-year, dan pendapatan dari segmen pusat data melonjak 117% yang mengesankan.

Lebih jauh lagi, perusahaan memberikan sinyal kuat ke pasar: ledakan infrastruktur AI belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2028 memperkirakan pertumbuhan tambahan sebesar 70%.

Pasar bereaksi seketika: dalam perdagangan setelah jam bursa, saham Nvidia melompat hampir 5%. Kemenangan ini mengangkat seluruh sektor teknologi.

Per pukul 09.29 waktu Moskow, kontrak berjangka menguat dengan meyakinkan:

  • S&P 500 naik 0,3% menjadi 7.710,75 poin.
  • Nasdaq 100 menguat 0,5% ke 29.442,75 poin.
  • Dow Jones naik 0,2% menjadi 53.628,00 poin.
This image is no longer relevant
This image is no longer relevant

Masalah kecil yang menghancurkan segalanya dan bayang-bayang Jackson Hole

Namun, euforia AI tidak dapat sepenuhnya menutupi kekhawatiran makroekonomi. Pada hari Rabu, Wall Street ditutup sedikit melemah (S&P 500 -0,02%, Nasdaq -0,1%, Dow -0,2%), sambil mencerna data inflasi terbaru yang jauh dari menggembirakan.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat menjadi 3,7% year-on-year pada Juli, melampaui proyeksi para ekonom sebesar 3,6%. Sebagai pengingat, indeks ini adalah indikator inflasi utama yang digunakan Federal Reserve. Secara month-on-month, harga naik 0,2% dibandingkan prediksi 0,1%.

Pasar berada dalam mode wait-and-see, dengan seluruh perhatian tertuju pada simposium di Jackson Hole. Kami menanti pidato dari Kevin Warsh (The Fed). Intrik utamanya adalah masa depan suku bunga: pelonggaran atau kelanjutan kebijakan moneter ketat? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi penggerak utama pasar dalam waktu dekat.

Musim Laporan Keuangan: Sang Jawara dan Sang Underdog

Malam ini, Nvidia bukan satu-satunya sorotan. Musim laporan keuangan telah menghasilkan deretan rilis menonjol lain yang dianalisis secara saksama oleh para investor setelah bursa ditutup:

  1. Salesforce menyenangkan Wall Street dengan melampaui ekspektasi pendapatan kuartal kedua, sehingga sahamnya melonjak 14% dalam perdagangan setelah jam resmi.
  2. CrowdStrike menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya, yang mendorong sahamnya menguat 9%.
  3. Synopsys juga merilis laporan kuartalannya, tetap menjadi pusat perhatian para investor teknologi.

Tetapi ada juga yang merugi: HP anjlok 9% di tengah data mengecewakan terkait penurunan pengiriman komputer pribadi.

Jadi, pasar berada di persimpangan. Rally AI berusaha menarik indeks ke level tertinggi baru, tetapi inflasi dan retorika The Fed membuat pembeli tetap waspada. Pertarungan antara keyakinan pada terobosan teknologi dan sentimen negatif makroekonomi sedang berlangsung sengit. Kami akan terus memantau perkembangannya.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.