Lihat juga
03.09.2026 09:17 AMIndeks saham AS kemarin ditutup menguat. S&P 500 naik 0,46%, Nasdaq 100 menguat 0,45%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,56%.
Kontrak berjangka indeks Asia juga menguat dalam sesi yang bergejolak. Indeks MSCI Asia Pacific sempat naik hingga 1,2% sebelum menyerahkan kembali sebagian besar kenaikannya menjelang penutupan. Kospi Korea Selatan, yang sering dipandang sebagai barometer investasi AI, mengalami pergerakan yang sangat tajam: sempat melonjak 1,8%, lalu anjlok 1,9%, dan akhirnya ditutup naik tipis 0,3%.
Fokus utama di Asia adalah pergerakan yen, yang menguat untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan yang tajam ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan intervensi otoritas. Yang patut diperhatikan, apresiasi yen dimulai pada hari Rabu setelah salah satu anggota dewan Bank of Japan memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga yang tidak biasa besar atau kenaikan berulang mungkin dipertimbangkan. Overnight swaps kini sepenuhnya mempertimbangkan kenaikan standar sebesar 25 bp pada bulan September, sementara probabilitas kenaikan segera sebesar 50 bp dinilai sangat rendah. Perlu diingat bahwa Gubernur Kazuo Ueda secara efektif telah memberi sinyal adanya kenaikan suku bunga pada bulan September, dengan menekankan perlunya memberi perhatian lebih besar pada risiko kenaikan harga.
Harga minyak berhenti sejenak setelah rally tiga hari, yang meringankan sebagian tekanan pada obligasi pemerintah AS. Brent turun 1,3% ke $94,35/bbl setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan lanjutan terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung singkat dan menegaskan kembali bahwa AS mengendalikan Selat Hormuz. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun turun satu basis poin menjadi 4,77%, dan indeks dolar AS melemah 0,2% untuk sesi kedua berturut-turut. Emas naik 0,9% dan ditutup di sekitar $4.420/oz.
Di luar minyak, pasar komoditas secara keseluruhan layak mendapat perhatian lebih. Kontrak berjangka gas alam Eropa naik untuk hari keempat berturut-turut, mendekati level tertinggi sejak awal 2023. Ini merupakan sinyal yang sangat mengkhawatirkan mengingat kapasitas penyimpanan gas Eropa baru sekitar 65% menjelang musim dingin. Logam industri juga menguat, dengan tembaga di London diperdagangkan kurang dari $300/ton dari level tertinggi terbaru.
Semua perhatian kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat, yang akan memberikan petunjuk baru mengenai kondisi perekonomian dan prospek kebijakan moneter.
Untuk prospek teknikal S&P 500, tugas langsung bagi pembeli adalah menembus level resistance di $7.679. Hal itu akan mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan dan membuka jalan menuju $7.698. Mempertahankan posisi di atas $7.718 akan semakin memperkuat posisi bullish. Di sisi bawah, pembeli perlu mempertahankan area $7.656. Breakout ke bawah level tersebut berpeluang mendorong indeks ini kembali ke $7.633 dan membuka jalan menuju $7.607.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

