empty
 
 
Bloomberg: Konflik Iran mempersulit upaya Bank Sentral Eropa dalam memerangi inflasi

Bloomberg: Konflik Iran mempersulit upaya Bank Sentral Eropa dalam memerangi inflasi

Bloomberg telah memperingatkan bahwa perang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat menggagalkan pemulihan ekonomi yang baru dimulai di zona euro. Empat minggu ke depan akan menentukan seberapa tangguh pertumbuhan di blok tersebut terhadap guncangan harga energi yang baru.
Analis ING, Karsten Brzeski, mencatat bahwa ketergantungan Uni Eropa pada minyak dan gas dari Teluk Persia membuat blok tersebut sangat rentan. Jika konflik berlangsung lebih lama dari yang disarankan oleh Presiden AS Donald Trump, hasilnya akan berupa periode harga energi yang tinggi yang akan memaksa pemerintah Eropa untuk meningkatkan pengeluaran guna melindungi rumah tangga.
Sebelum krisis Iran, prospek tampak menjanjikan. Peningkatan pengeluaran di Jerman dan negara-negara lain diperkirakan akan mendukung pertumbuhan yang moderat, dan inflasi mendekati target 2 persen. Namun, eskalasi di Timur Tengah dan pencabutan tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung AS telah meningkatkan kekhawatiran para ahli tentang lintasan ekonomi Uni Eropa.

Kembali

See aslo

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.