Analisis Trading dan Tips Trading untuk Yen Jepang
Uji pertama pada level harga 147.20 terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak jauh di atas garis nol, yang membatasi potensi kenaikan pasangan ini. Oleh karena itu, saya tidak membeli dolar. Uji kedua pada level ini terjadi ketika MACD sudah berada di zona overbought, yang memungkinkan skenario #2 untuk menjual dolar. Akibatnya, pasangan ini turun lebih dari 60 pips.
Perbedaan antara revisi PDB AS dan reaksi pasar terhadap USD/JPY adalah contoh nyata bagaimana data ekonomi fundamental dapat dibayangi oleh sentimen dan spekulasi, terutama di pasar mata uang. Di satu sisi, kita melihat tanda jelas kekuatan ekonomi — pertumbuhan PDB AS yang direvisi, yang seharusnya memperkuat mata uang nasional. Di sisi lain, para pedagang tampaknya percaya bahwa prospek jangka panjang dolar lebih bergantung pada bagaimana Federal Reserve akan menyesuaikan kebijakan moneter masa depannya.
Data hari ini tentang tingkat pengangguran dan volume penjualan ritel Jepang tidak mendukung yen, karena sesuai dengan ekspektasi ekonom. Investor kemungkinan menunggu katalis yang lebih substansial, seperti pertemuan Bank of Japan yang akan datang, di mana kebijakan moneter saat ini dapat ditinjau. Pengaruh faktor eksternal juga tidak boleh diremehkan. Kelemahan dolar AS, yang disebabkan oleh ekspektasi pemotongan suku bunga Fed, juga mendukung yen.
Untuk strategi intraday, saya akan fokus terutama pada Skenario #1 dan #2.
Skenario Beli
Skenario #1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY jika titik masuk tercapai di sekitar 147.10 (ditandai dengan garis hijau pada grafik), dengan target kenaikan ke 147.60 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 147.60, saya berencana keluar dari posisi beli dan membuka posisi jual ke arah sebaliknya (dengan target pergerakan 30–35 pip ke arah sebaliknya dari level tersebut). Sebaiknya kembali membeli pasangan ini saat terjadi pullback dan koreksi signifikan pada USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik dari situ.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika ada dua kali pengujian berturut-turut pada level harga 146.75 sementara MACD berada di area oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan mengarah pada pembalikan ke atas. Pertumbuhan dapat diharapkan menuju level 147.10 dan 147.60.
Skenario Jual
Skenario #1: Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY hanya setelah level 146.75 (garis merah pada grafik) ditembus, yang seharusnya memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah 146.32, di mana saya berencana keluar dari posisi jual dan segera membuka posisi beli ke arah sebaliknya (mengantisipasi pergerakan 20–25 pip ke arah lain dari level tersebut). Semakin tinggi Anda menjual, semakin baik. Penting! Sebelum menjual, pastikan MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari situ.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika ada dua kali pengujian berturut-turut pada 147.10 sementara MACD berada di zona overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan mengarah pada pembalikan ke bawah. Penurunan dapat diharapkan ke level sebaliknya yaitu 146.75 dan 146.32.
Gambaran Umum Grafik
Garis warna hijau tipis: Harga masuk untuk membeli.
Garis warna hijau tebal: Perkiraan level Take Profit atau titik untuk mengunci keuntungan, karena pertumbuhan lebih lanjut di atas level ini tidak mungkin terjadi.
Garis warna merah tipis: Harga masuk untuk menjual.
Garis warna merah tebal: Perkiraan level Take Profit atau titik untuk mengunci keuntungan, karena penurunan lebih lanjut di bawah level ini tidak mungkin terjadi.
Indikator MACD: Saat memasuki pasar, pertimbangkan kondisi overbought dan oversold.
Tips Penting untuk Trader Forex Pemula
Bagi trader forex pemula dalam trading Forex, akan sangat krusial atau penting untuk mengambil keputusan dengan berhati-hati. Sebelum terdapat rilis laporan ekonomi secara besar-besaran, sebaiknya Anda menghindari pasar demi menghindari terjadinya fluktuasi secara tajam. Namun apabila Anda memutuskan untuk tetap trading selama rilis berita sedang berlangsung, selalu gunakan order stop-loss demi meminimalisir potensi kerugian. Tanpa order stop-loss, Anda berisiko kehilangan seluruh modal Anda, kerugian akan menjadi semakin tinggi apabila Anda trading dalam volume besar tanpa dibarengi manajemen uang yang benar.
Rencana trading yang baik seperti yang disajikan di atas akan menjadi hal penting untuk trading yang sukses. Keputusan trading secara spontan yang diambil berdasarkan kondisi pasar saat ini sering kali menyebabkan kerugian bagi trader forex intraday.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.