empty
21.07.2026 12:40 AM
AS Tidak Akan Mampu Menguasai Selat Hormuz

This image is no longer relevant

Belakangan ini, Donald Trump juga menyatakan bahwa jika Iran menolak kembali ke meja perundingan dan membuka Selat Hormuz, Amerika akan membukanya secara paksa, merebutnya, dan mengendalikannya. Trump tampaknya sudah mulai menghitung keuntungan yang akan diperoleh AS dari selat tersebut, tetapi dalam praktiknya rencana ini terlihat sama sekali tidak realistis. Para pakar yang telah bertahun-tahun mempelajari Timur Tengah memperingatkan bahwa Iran bukan Venezuela, dan tidak mungkin "diambil alih" hanya dalam beberapa hari. Namun, Trump percaya pada kekuatannya sendiri, dipengaruhi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengunjungi Gedung Putih sebelum operasi militer dimulai. Kita semua sekarang dapat melihat sendiri bagaimana hasilnya.

Sekarang, Trump berniat merebut Selat Hormuz (sebagaimana sebelumnya ia berniat terhadap Greenland, Kanada, Kuba, dan wilayah-wilayah lain). Dalam kenyataannya, armada Amerika tidak akan mampu menjamin kendali penuh dan keamanan di selat tersebut. Hal ini sama sekali mustahil karena selat itu berada di lepas pantai Iran, yang dapat menyerang kapal-kapal yang melintasinya dari titik mana pun di wilayahnya. Pemimpin Gedung Putih itu juga mengakui bahwa pasukan darat mungkin perlu dikerahkan dalam konfrontasi dengan Iran, tetapi dengan mempertimbangkan pengalaman di Irak dan Afghanistan, tidak ada orang Amerika yang akan mendukung keputusan ini. Memang, Trump mungkin mengambil keputusan itu secara sepihak, tetapi dalam kasus seperti itu, dalam beberapa bulan ke depan para Demokrat hampir pasti akan menguasai baik majelis tinggi maupun majelis rendah Kongres. Pada dasarnya, presiden AS berada dalam situasi di mana ia tidak lagi punya apa-apa. Semakin jauh ia masuk ke dalam hutan, semakin banyak kayu yang akan ia kumpulkan.

This image is no longer relevant

Para ilmuwan politik juga menyebutkan bahwa partai yang berkuasa hampir selalu kalah dalam pemilu paruh waktu di Kongres. Hal ini disebabkan oleh tingginya ekspektasi yang dibebankan pada pemerintahan baru, yang jarang terpenuhi dalam praktiknya. Dalam kasus kita, harapan bukan hanya tidak terpenuhi; harapan itu benar-benar hancur. Kecil kemungkinan warga Amerika akan melupakan konsekuensi dari perang dagang, perang di Iran, serta kebijakan ekonomi, sosial, dan imigrasi Trump. Oleh karena itu, semakin jauh Presiden Amerika melangkah di Timur Tengah, semakin banyak warga Amerika yang tidak akan memilih Demokrat, tetapi juga menentang Republik. Seperti yang saya katakan, saat ini Demokrat adalah sekutu terbaik Iran, dan sebaliknya.

Partai Demokrat menentang perang dengan Iran dan menuntut agar perang itu dihentikan. Slogan ini saja mungkin sudah cukup untuk meraih kemenangan telak dalam pemilu. Warga Amerika tidak melihat adanya kebutuhan untuk berperang dengan Iran, ataupun logika di balik perang tersebut. Sebaliknya, mereka melihat harga di SPBU dan di toko-toko.

Gambaran Gelombang untuk EUR/USD:

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini tetap berada dalam segmen tren naik, sementara dalam jangka pendek masih berada dalam segmen tren menurun. Menurut saya, saat ini adalah waktu yang cukup baik untuk mulai mencoba membentuk posisi long, tetapi instrumen ini masih berpotensi turun ke angka 13 dalam gelombang 5 di C. Analisis gelombang sering kali menghadirkan kejutan, sehingga saya sendiri sudah cenderung untuk mulai melakukan pembelian sekarang.

Gambaran Gelombang untuk GBP/USD:

Gambaran gelombang untuk GBP/USD menjadi cukup rumit. Saat ini, instrumen ini telah membentuk tiga gelombang turun, sedangkan untuk EUR/USD mungkin sudah terbentuk lima gelombang. Konsekuensinya, pound Inggris masih dapat membentuk satu gelombang turun lagi, mirip dengan euro, tetapi gelombang ini dapat berperan sebagai gelombang kedua dalam segmen tren naik yang baru. Dengan demikian, akan ada perbedaan dalam perhitungan gelombang antara euro dan pound, tetapi perbedaannya akan kecil dan tidak signifikan. Berdasarkan hal ini, saya memperkirakan akan terbentuk pullback turun dalam waktu dekat, yang kemudian diikuti oleh pembentukan segmen tren naik yang baru dengan target awal di kisaran angka 37–38.

Prinsip Utama Analisis Saya:

  1. Struktur gelombang harus sederhana dan jelas. Struktur yang rumit sulit untuk diperdagangkan dan sering berubah.
  2. Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang sedang terjadi di pasar, lebih baik tidak masuk.
  3. Tidak akan pernah ada kepastian 100% mengenai arah pergerakan pasar. Selalu ingat untuk menggunakan order protektif stop-loss.
  4. Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.
Chin Zhao,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.