Binance mencari basis baru di Uni Eropa setelah permohonan MiCA yang diajukan di Yunani ditolak
Platform cryptocurrency Binance akan menghentikan operasionalnya di negara-negara Uni Eropa mulai 1 Juli. Para pengguna di Polandia, Italia, Spanyol, dan Prancis—negara-negara tempat platform tersebut memegang lisensi lokal—telah menerima pemberitahuan mengenai penghentian layanan serta instruksi cara penarikan dana.
Langkah ini diambil setelah upaya Binance untuk melegalkan operasionalnya berdasarkan aturan baru mengalami kegagalan. Di bawah regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, seluruh perusahaan di industri ini diwajibkan memperoleh satu lisensi yang berlaku di seluruh Eropa paling lambat tanggal 1 Juli, atau menghadapi sanksi berat. Permohonan platform tersebut, yang diajukan melalui regulator Yunani pada tahun 2025, telah ditolak secara resmi.
Saat ini, Binance sedang mencari yurisdiksi alternatif. Perwakilan perusahaan mengatakan kepada CNBC bahwa mereka berencana memperoleh izin di negara Uni Eropa lainnya. Menurut Financial Times, mereka mengincar Prancis, tetapi proses legalisasi kemungkinan besar akan memakan waktu hingga melewati tenggat waktu bulan Juli. Situasi ini diperumit oleh fakta bahwa otoritas Prancis telah membuka penyelidikan terhadap platform tersebut pada tahun 2025 atas dugaan memfasilitasi pencucian uang. Pihak perusahaan secara tegas membantah tuduhan tersebut.
Secara resmi, Binance berupaya menjaga reputasinya. Dalam komentarnya kepada CNBC, pihak platform tersebut berjanji akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mematuhi hukum sebelum tanggal 1 Juli. Perusahaan menyatakan akan terus memberikan informasi kepada klien dan berharap dapat memperoleh lisensi Eropa yang diinginkan tersebut dalam beberapa bulan mendatang.