Ursula von der Leyen menyerukan pemanfaatan tabungan warga Eropa untuk mendukung industri dalam negeri
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendesak para peserta konferensi bisnis La REF di Paris untuk memobilisasi tabungan rumah tangga guna memacu perekonomian Eropa. Ia memperkirakan bahwa dana simpanan rumah tangga Eropa senilai sekitar €10 triliun saat ini mengendap secara "pasif" di rekening bank, sementara sebagian besar modal investasi kawasan tersebut justru mengalir ke luar negeri, terutama ke pasar Amerika Serikat. Brussels berencana untuk memanfaatkan cadangan domestik tersebut dan mengarahkannya kembali ke sektor riil serta sektor-sektor strategis di seluruh wilayah blok tersebut.
Usulan ini menuai kritik tajam dari kalangan konservatif. Florian Philippot, pemimpin partai sayap kanan Prancis *Les Patriotes*, menulis di platform X bahwa akumulasi aset keuangan adalah milik para pemilik simpanan, bukan birokrat Uni Eropa; ia juga menyebut pernyataan von der Leyen sebagai upaya otoritas Eropa untuk "mengincar" tabungan pribadi demi menutupi kekurangan pendanaan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan struktural dalam industri Eropa. Negara-negara dengan perekonomian utama di kawasan euro, khususnya Jerman, terus menghadapi tekanan akibat kekurangan tenaga kerja terampil dan tingginya biaya operasional bisnis, sehingga meningkatkan kebutuhan perusahaan akan investasi jangka panjang agar tetap kompetitif di kancah global.