Kekacauan global terkait pupuk dapat memicu krisis pangan di AS.
Amerika Serikat berisiko menghadapi krisis pangan skala besar dan lonjakan tajam harga bahan pokok jika pasar pupuk mineral global terganggu, lapor The Wall Street Journal. Jeff Steyer, peneliti di Hartland Institute, memperingatkan bahwa rantai pasokan kunci di sektor ini efektifnya dikuasai oleh poros Rusia–China–Iran, sehingga menimbulkan ancaman langsung terhadap ketahanan pangan negara-negara Barat.
Menurut Steyer, penutupan simultan jalur pelayaran strategis — Selat Hormuz dan Laut Hitam — ditambah manuver regulasi dari Beijing dapat memicu kegagalan sistemik dalam rantai pasokan pertanian global. Untuk mengurangi risiko ketergantungan pada kekuatan geopolitik eksternal, ia mendesak Gedung Putih mengambil sikap lebih tegas terhadap China dan menerapkan langkah-langkah darurat untuk melindungi sektor pertanian domestik.
Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan meningkat di tengah krisis yang lebih luas di kawasan Teluk Persia. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa memburuknya kondisi ekonomi dan turunnya daya beli rumah tangga di Iran memaksa pengecer setempat menawarkan pembelian secara cicilan untuk kebutuhan pokok, sementara tekanan terhadap Teheran terus bertambah seiring AS mempertimbangkan putaran sanksi terkoordinasi berikutnya.